Weka Online -- SMK Wikarya Karanganyar Surakarta

Kegiatan Ekstrakurikuler MAJALAH AKSARA


Pembina:
Dra. Noel Susenowati

Majalah Aksara menerima kiriman artikel, esai, puisi, liputan peristiwa & foto. Bila Anda adalah bagian dari dari para staf, siswa, atau alumni SMK Wikarya, silakan kirim naskah atau gambar ke alamat sekolah atau melalui surat digital kepada Redaksi Majalah Aksara:
aksara@wikarya.net

Naskah  tulisan tangan tetap diterima (tidak harus diketik).

Majalah Aksara (terbit sejak Januari 2005) merupakan salah satu ciri khas SMK Wikarya yang mungkin secara tajam membedakannya dari sekolah-sekolah menengah kejuruan lainnya di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Hingga saat ini, Wikarya-lah satu-satunya sekolah yang memiliki sebuah majalah sendiri, hasil kerja para siswa dan guru.

Dan syukurlah sampai sekarang Aksara tetap aktif, sesuai dengan harapan semula agar ia tidak hanya sekadar menjadi 'proyek kagetan' yang segera terlupakan begitu para pengurusnya sudah kehilangan minat untuk mengelolanya.

Kami mencetak 1,000 (seribu) eksemplar majalah Aksara setiap caturwulan (empat bulan sekali), ditambah satu Edisi Khusus setiap tahun. Para siswa SMK Wikarya dapat memperoleh majalah ini secara cuma-cuma.

Mengapa membuat majalah, di era informasi seperti sekarang, di mana setiap sudut kota Karanganyar dipenuhi media massa dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya? Apakah ini bukan kegiatan membuang-buang dana saja?

Jawabnya adalah: pertama, justru karena kita berada di era informasi (lihat Sejarah Komunikasi, Komputer dan Internet), maka sebagai suatu unit sosial (katakan saja sebagai sebuah keluarga besar) para siswa dan staf SMK Wikarya membutuhkan medium milik sendiri, yang memuat segenap 'unek-unek' mereka, yang mereka kelola sendiri, dan yang terfokus pada topik-topik yang berkaitan dengan kepentingan serta minat mereka sendiri. Ini tidak dapat dipenuhi oleh media massa atau majalah umum.

Di sini kami pun realistis. Meskipun para siswa dapat menggunakan komputer di sekolah, tetapi di rumah mereka tidak memiliki piranti teknologis tersebut, sedangkan mereka menulis cerpen, puisi, atau artikel selepas sekolah. Karenanya, naskah tulisan tangan (bukan ketikan manual, dan bukan data digital) pun kami terima. Prinsip kami adalah, jangan sampai sekadar kendala teknis saja melumpuhkan kreatifitas.

Kedua, sebagaimana Anda ketahui, membuat majalah bukanlah pekerjaan ringan. Selain menuntut dedikasi tinggi, sebuah majalah mengharuskan penguasaan ketrampilan-ketrampilan tertentu -- keahlian bekerja dengan menggunakan komputer, kecerdasan emosional, kepiawaian meliput peristiwa, kemampuan menulis artikel, menyunting, menggarap rancangan visual, dan sebagainya, termasuk kemampuan manajemen keuangan sebuah 'perusahaan' (karena Aksara pun merupakan wahana pelatihan bagi para siswa SMK Wikarya).

Seluruh jenis ketrampilan yang dibutuhkan oleh sebuah majalah berkaitan dengan jenis-jenis keahlian yang diajarkan di sekolah ini. Para siswa program keahlian Akuntansi dapat memperoleh pengalaman mengelola laporan keuangan majalah, mereka yang mengambil program Penjualan dapat berlatih mempraktikkan ilmu mereka dalam rancangan visual iklan, sementara siswa-siswi program Administrasi Perkantoran akan sibuk dengan segenap proses pembuatan majalah itu sendiri, yang menuntut ketrampilan di bidang pengarsipan, manajemen, dan komunikasi.

Dengan ketrampilan-ketrampilan yang diasah melalui 'pekerjaan' sebagai redaktur, reporter, dan manajer Majalah Aksara, para siswa memperoleh tambahan bekal pengalaman yang akan mereka butuhkan kelak setelah lulus, terutama bila mereka ingin membuka usaha sendiri.

Bila Anda trampil merancang sampul sebuah majalah, Anda secara otomatis memiliki kemampuan untuk membuat desain poster, stiker, buku, undangan, dan sebagainya. Demikian pula dengan manfaat praktek fotografi. Ini semua merupakan bekal yang ampuh untuk berwirausaha setelah lulus.

Ketrampilan mewawancarai orang, yang harus dikuasai oleh para reporter Aksara, akan berguna dalam pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan hubungan masyarakat, penjualan, dan manajemen sumberdaya manusia dalam perusahaan, di mana penguasaan kecerdasan emosional merupakan faktor terpenting.

Sedangkan ketrampilan mengelola masalah keuangan tak perlu dipertanyakan lagi tentu sangat bermanfaat bagi para siswa SMK yang berbasis manajemen bisnis ini.

Ketiga, pengelolaan Majalah Aksara langsung berkaitan dengan berbagai mata pelajaran di sekolah, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, surat-menyurat, dan sebagainya. Bukan masalah bila seorang siswa tidak menjadi pengurus Aksara; ia tetap dapat menulis artikel, esai, atau Surat Pembaca. Dengan koordinasi bersama para guru di bidang kebahasaan, kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler ini dapat saling menunjang.

Keempat, seperti dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler kami yang lain, pengelolaan Majalah Aksara juga menjadi sarana pengakraban hubungan antara para guru dengan para siswa, sebab mereka bekerja bersama-sama sebagai satu tim. Hubungan yang baik akan memperlancar proses belajar-mengajar dalam konteks yang formal di dalam kelas.

Kelima, melalui penyebaran informasi yang secara otomatis dilakukan oleh para siswa (yang membawa pulang setiap edisi Aksara secara gratis), SMK Wikarya beserta para stafnya memperoleh saluran hubungan langsung dengan orangtua, kerabat, dan kenalan-kenalan mereka di rumah.

Keenam, majalah ini juga membantu para guru, orangtua siswa dan kerabat mereka yang memiliki usaha sampingan untuk mencoba meraih pasar di antara para pembaca Aksara melalui ruang iklan yang kami sediakan dengan harga sangat murah (Rp. 80.000 per tahun untuk iklan di halaman depan bagian dalam). Ketrampilan di bidang periklanan adalah juga bagian dari kebutuhan siswa, utamanya yang mengambil program keahlian Penjualan (klik di sini untuk penjelasan mengenai Program Keahlian ini).

"Pendidikan itu di atas segalanya," ujar Bu Bupati Hj. Rina Iriani, S.Pd., M.Hum. Beliau sendiri adalah seorang guru sebelum terjun ke bidang politik dan pemerintahan.

 

Wawancara eksklusif reporter Aksara dengan dalang wayang kulit kondang, Ki Manteb Sudarsono.

 

Aksara mengajak kita belajar dari sejarah.

 

 

 

Bupati dan Kepsek

Bupati Karanganyar pada tahun 2005, Hj. Rina Iriani, S.Pd., M.Hum., menunjukkan salah satu edisi Majalah Aksara yang memuat Laporan Utama berupa wawancara khusus beliau dengan para reporter Aksara.

Di sebelah kanan adalah Kepala Sekolah SMK Wikarya, Suhanto, BA, SH.

Klik di sini untuk foto-foto kunjungan Bupati ke SMK Wikarya, dan wawancara dengan reporter-reporter kami. Klik di sini untuk profil Kepala Sekolah kami.

 

 

 

Bupati dan reporter AKSARA

Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani, S.Pd., M.Hum., 2005, berpose bersama para reporter Majalah Aksara.