Weka Online -- SMK Wikarya Karanganyar Surakarta

Sarana Pendidikan KARYAWISATA SUPLEMEN

 

Tidak ada satu sekolah pun di dunia ini yang mampu mengajarkan segala hal; dan semua lembaga pendidikan selalu menghadapi problema yang berkaitan dengan ketidaktersediaan tenaga ahli di bidang-bidang tertentu, atau ganjalan kurikuler karena kebutuhan tertentu tak tertampung di dalam agenda belajar-mengajar formal.

SMK Wikarya menyadari keterbatasan ini, dan berusaha memberikan suplemen pendidikan melalui program studi banding.

 

 

Sebagai contoh (lihat foto di atas), para siswa SMK Wikarya mengadakan perjalanan ke Yogyakarta untuk mendapatkan pelajaran tatalaksana etiket perjamuan internasional (table-manner) secara langsung dari para ahlinya, di Hotel Ambarrukmo. Ketrampilan semacam ini, yang sulit diajarkan di sekolah dan tidak tercakup dalam agenda kurikuler formal, sangat bermanfaat bagi para siswa, utamanya bila mereka kelak bekerja di bidang pelayanan konsumen yang berkaitan dengan bisnis boga seperti di restoran-restoran internasional, kapal pesiar, hotel di mancanegara, dan sebagainya (Mengapa 'internasional' dan 'mancanegara'? Apa perlunya siswa SMK mempelajari hal-hal semacam table-manner yang benar? Klik di sini.)

 

 

Contoh lain adalah kunjungan para staf SMK Wikarya ke Badan Penanaman Modal (BAPEPAM) di Jakarta. Sebagai lembaga yang mengurus seluk-beluk penanaman modal di Indonesia, BAPEPAM merupakan 'gurunya para guru' khususnya dalam Program Keahlian Akuntansi (klik di sini untuk penjelasan mengenai program tersebut).

Foto di atas memperlihatkan Kepala Sekolah SMK Wikarya, Suhanto, BA, SH (klik di sini untuk profil beliau), bersama Ketua Program Akuntansi, Widarso Hs., BA, ketika menyerahkan kenang-kenangan kepada staf BAPEPAM.